Waspada Resiko Obesitas Di Balik Enaknya Minuman Teh, Pilihlah Yang Bebas Gula

Teh sudah menjadi minuman favorit. Minuman berwarna coklat ini sangat populer.

Minuman teh telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari makan bersama teman hingga bersantai atau bersantai bersama keluarga dan teman.

Namun, di balik kenikmatan minum teh dalam keseharian masyarakat Indonesia, ada sekilas risiko obesitas akibat konsumsi gula yang berlebihan.

Dirilis dari SIRKESNAS dan website Kementerian Kesehatan, obesitas yang dapat menyebabkan diabetes dialami oleh lebih dari 33,5% orang dewasa di atas usia 18 tahun.

Selain kurangnya aktivitas fisik, pola makan dan minum yang tinggi gula menjadi faktor utama terjadinya obesitas dan diabetes.

Gula merupakan sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Gula diperoleh dari makanan yang kita makan seperti nasi, pasta, daging, buah-buahan, dan gula yang ditambahkan pada minuman.

Konsumsi gula yang berlebihan memiliki efek negatif, seperti peningkatan risiko obesitas, diabetes, infeksi gigi, dan komplikasi jangka panjang seperti kerusakan ginjal dan gangguan mata.

Oleh karena itu, kita harus berusaha setiap hari untuk menjaga keseimbangan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Salah satunya adalah rajin berolahraga dan memilih minum minuman bebas gula.

Minum teh, misalnya, sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

“Pilihlah minuman teh bebas gula yang pasti lebih sehat untuk tubuh. Ini adalah perubahan yang berdampak sangat besar bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang ”, saran dr Farhan Zubaidi.

Menanggapi kebutuhan teh sehat, Suntory Garuda Beverages (SGB) meluncurkan MYTEA + Teh Oolong Tanpa Gula Ready to Drink (RTD) di Indonesia.

MYTEA+ ditawarkan sebagai minuman sehat dengan cita rasa khas teh oolong, tersedia dalam alternatif yang enak dan juga dalam versi terbaru, bebas gula.

Teh ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kesehatan pada kelompok usia 19-35 tahun yang mencari minuman dingin, rendah atau bebas gula untuk bersantai atau menyegarkan.

Menurut Ong Yuh Hwang, CEO PT Suntory Garuda Beverage, tidak seperti teh lainnya, teh oolong dibuat dengan cara memanen daun tanaman Camellia sinensis dan menjemurnya di bawah sinar matahari dan membiarkannya mengalami oksidasi. Ini diproses dan menghasilkan warna coklat yang lebih gelap.

Menurut pakar teh sekaligus penulis buku sekaligus pendiri Institut Teh Indonesia, Ratna Sumantri, “Karena melalui tahapan proses fermentasi atau proses oksidasi parsial, teh oolong memiliki cita rasa dan cita rasa yang khas. aroma yang dalam namun lembut, dan sangat ideal untuk berbagai jenis makanan.

“Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan MYTEA + Sin Azúcar. Dengan rasa teh oolong yang lezat, MYTEA + No Sugar cocok untuk dinikmati sehari-hari,” kata Ade Umiyana Savitri, Direktur Pemasaran PT Suntory Garuda Beverage.